cedor tidak kunjung sembuh

Cedera Olahraga yang Tak Kunjung Sembuh

Ketika Ketidakstabilan Sendi Menjadi Akar Masalah

Ditangani langsung oleh dr. Aditya Wahyudi, dokter ahli muskuloskeletal yang melakukan evaluasi USG muskuloskeletal dan tindakan proloterapi.

Penulis: dr. Aditya Wahyudi, Sp.KFR, FIPM(USG), AIFO-K

  • Dokter spesialis kedokteran fisik & rehabilitasi, fellow intervensi nyeri dengan panduan USG
  • Praktek khusus nyeri otot-sendi, saraf terjepit & cedera olahraga tanpa operasi
  • Melakukan injeksi regeneratif proloterapi sejak 2012
  • Pemeriksaan teliti, analitik & rasional didukung diagnostik visual USG Muskuloskeletal
  • Pernah menjadi dokter timnas PSSI era pelatih Alfred Riedl
  • Sertifikasi dokter ahli ilmu faal olahraga

Mengapa Cedera Bisa “Tidak Pernah Sembuh Total”

Pada atlet dan pecinta olahraga, cedera sering kali dianggap sudah sembuh ketika:

  • Nyeri berkurang
  • Bengkak menghilang
  • Aktivitas bisa dilanjutkan kembali

Padahal seringkali sesudahnya:

  • Cedera olahraga kambuh berulang kali
  • Sendi terasa “goyang” saat digunakan
  • Nyeri berulang di otot, tendon dan fascia (selaput otot)
  • Performa/prestasi menurun.

Kondisi ini bukan disebabkan oleh cedera baru, melainkan oleh KETIDAKSTABILAN SENDI yang tidak tertangani sejak awal.

Ketidakstabilan Sendi dan Cedera Olahraga

Saat kita melakukan gerakan olahraga seperti lari, mendarat setelah melompat, atau saat gerakan melempar bola, sendi yang terlibat harus dalam posisi stabil. Artinya tulang-tulang bagian dari sendi itu berada di posisi yang seharusnya. Stabilitas sendi nomor satu ditentukan oleh kekuatan ligamen (urat-urat putih) yang melingkupi sendi tersebut dan mengikat erat tulang-tulang pembentuk sendi tersebut.

Ligamen bisa cedera, terjadi:

  • Robekan ringan (serabut-serabut kecil saja),
  • Robek sebagian ketebalan ligamen
  • Robek putus total.

Pada robekan ringan atau robekan sebagian, ligamen seharusnya bisa sembuh sendiri 100%, menjadi kuat seperti semula. Hanya saja kadang penyembuhan tidak 100%. LIGAMEN MENJADI TIDAK SEKUAT SEMULA ATAU MENJADI KENDUR/LONGGAR. Persis memakai sepatu yang talinya tidak diikat dengan cukup kuat, akan terasa longgar.

Ligamen kendur atau longgar itu mengakibatkan masalah lain:

  • Ketidakstabilan sendi atau sendi goyah. Akibatnya sendi dapat terkilir berulang oleh gerakan yang tidak terlalu berat.
  • Otot spasme, kram dan nyeri karena terus menerus menahan sendi agar menjadi stabil saat bergerak.
  • Ujung tendon di tulang mendapat tarikan berlebihan memicu tonjolan tulang (spur, entesopathy).
  • Tendon (ujung otot yang berwarna putih) bisa tergesek berulang di sendi sehingga bengkak (tendinosis), robek atau ada cairan radang di sekelilingnya (tenosynovitis).
  • Tulang rawan sendi (cartilage) menjadi aus akibat gesekan dan beban abnormal tulang rawan (pengapuran = osteoarhritis). Kadang disertai bengkak akibat cairan berlebihan di dalam sendi (efusi).

Jadi, berbagai masalah pada otot, tendon, tulang rawan sendi anda diawali adanya ketidakstabilan sendi akibat ligamen yang tidak sembuh sempurna dan menjadi kendur/longgar.

Selain karena cedera, ligamen yang terlalu kendur (laxity) bisa juga akibat bawaan lahir. Hal ini ditandai kelenturan sendi seluruh tubuh. Pada atlet atau pecinta olahraga, hal ini dapat mengakibatkan masalah-masalah yang sama seperti disebutkan di atas, serta bisa terjadi pada usia remaja bahkan anak-anak.

Diagnosis Akurat Cedera Olahraga Menggunakan USG Muskuloskeletal

USG muskuloskeletal (otot-sendi-saraf) memungkinkan dokter untuk menilai:
  • Kondisi ligamen dan tendon, apakah bengkak, robek sebagian atau robek total
  • Cairan berlebihan sekeliling tendon atau di dalam sendi
  • Penipisan tulang rawan pada beberapa sendi
  • Membedakan nyeri akibat radang akut vs ketidakstabilan struktural

Beda pemeriksaan USG muskuloskeletal dengan pemeriksaan otot-sendi-saraf-tulang lain:
  • Pemeriksaan roentgen (x-ray) hanya bisa melihat tulang. Tidak bisa melihat otot, tendon, ligament, kapsul sendi dan saraf seperti pada USG.
  • Pemeriksaan MRI bisa melihat struktur bagian dalam sendi lebih baik, tetapi jauh lebih mahal (MRI beberapa juta rupiah sedangkan USG hanya beberapa ratus ribu). Juga MRI tidak bisa memeriksa sambil sendi digerakkan seperti pada USG.

Peran Proloterapi pada Cedera Olahraga Berulang

Seperti sudah diterangkan di atas, masalah-masalah pada sendi:

    • ✔ Terkilir berulang
    • ✔ Spasme otot
    • ✔ Masalah tendon (tenosynovitis, tendinosis, robekan parsial atau komplit)
    • ✔ Aus tulang rawan (pengapuran)
    • ✔ Bengkak sendi

    adalah sekunder dari ketidakstabilan sendi akibat ligamen yang kendur atau terlalu lentur.


Menghilangkan nyeri saja atau berusaha memperbaiki masalah sendi di atas dengan fisioterapi atau injeksi saja sering tidak memberikan hasil baik jika ketidakstabilan sendi masih ada. Paling penting, ligamen kendurnya wajib diperbaiki terlebih dulu.

Proloterapi merupakan tindakan injeksi regeneratif (perbaikan jaringan rusak) yang bertujuan:
  • Menstimulasi proses perbaikan jaringan fascia, tendon, ligamen yang cedera
  • Meningkatkan kualitas jaringan penopang sendi (memperkuat)
  • Hasil akhirnya, membantu memperbaiki ketidakstabilan sendi

Keunggulan proloterapi dibandingkan injeksi lain untuk cedera olahraga:
  • Bukan hanya penghilang nyeri atau melumasi sendi, proloterapi merangsang perbaikan kembali (regeneratif).
  • Menggunakan gula medis yang aman. Tidak banyak efek samping dan kontraindikasi seperti injeksi anti radang steroid. Dapat dilakukan berulang kali tanpa masalah.
  • Gula medis tidak seperti injeksi glucorticoid (injeksi anti radang) yang jika masuk ke pembuluh darah berisiko terdeteksi sebagai doping di masa tanding.
  • Harga gula medis sangat murah dibandingkan zat injeksi lutut lain. Bisa beda harga beberapa ratus ribu hingga beberapa juta rupiah.
  • Dapat dikombinasikan dengan jenis injeksi lain (pelumas sendi, injeksi regeneratif) jika mau.

Penting dipahami bahwa proloterapi bukan terapi instan serta hasil sangat bergantung kondisi pasien dan diagnosis yang tepat. Karena itu, evaluasi menyeluruh tetap menjadi langkah awal yang tidak dapat dilewati.

Peran Injeksi Gula pada Cedera yang Baru Terjadi atau Harus Bertanding Secepatnya

Pada cedera olahraga:
  • Baru terjadi 1-2 minggu dan ingin pemulihan lebih cepat
  • Harus segera bertanding/berlomba secepatnya besok atau lusa (tergantung derajat cedera) injeksi gula medis dapat membantu:
  • Mengurangi nyeri
  • Menurunkan iritasi atau radang jaringan
  • Mendukung perbaikan jaringan pada fase awal

Metode injeksi gula dosis rendah ini tidak menggantikan proloterapi yang bertujuan perbaikan stabilitas sendi dalam jangka menengah dan panjang, tetapi bisa dijadikan tindakan sementara untuk tujuan jangka pendek (mengurangi nyeri dan segera bertanding).

Untuk Siapa Layanan Cedera Olahraga oleh Dokter Aditya?

Layanan ini cocok untuk Anda bila:

  • ✔ Atlet dan non-atlet pecinta olahraga
  • ✔ Mengalami cedera olahraga berulang/sering kambuh
  • ✔ Tidak berprestasi lagi atau terjadi penurunan performa tanpa cedera baru yang jelas
  • ✔ Sedang cedera tetapi besok atau lusa harus bertanding (tergantung derajat cedera)
  • ✔ Sudah minum obat terus menerus atau fisioterapi berulang tanpa perbaikan optimal
  • ✔ Ingin solusi medis rasional, modern dan berbasis diagnosis akurat
  • ✔ Divonis harus operasi tetapi ingin memahami kondisi dan kemungkinan opsi lain sebelum memutuskan
  • ✔ Mencari biaya rasional (tidak terlalu murah tetapi tidak semahal layanan serupa di tempat lain, tidak overprice tidak overtreatment)

Layanan Proloterapi Ini Tidak Cocok Bila:

  • ✖ Hanya mencari fisioterapi atau latihan pasca operasi saja
  • ✖ Menginginkan tindakan cepat tanpa pemeriksaan teliti dan diagnosa akurat
  • ✖ Yang penting nyeri hilang cepat, tanpa mempedulikan perbaikan jangka panjang
  • ✖ Takut prosedur injeksi
  • ✖ Mencari layanan medis berbiaya rendah (yang penting murah) tanpa mempertimbangkan kualitas
lari

Siapa Dokter yang Menangani Anda?

dokter adit thum
dr. Aditya Wahyudi, nSp.KFR, FIPM(USG), AIFO-K

Dokter spesialis Kedokteran Fisik & Rehabilitasi, fellow intervensi nyeri dengan panduan USG

  • Konsultasi berkualitas & pemeriksaan fisik teliti
  • USG muskuloskeletal jika diperlukan
  • Diagnosis spesifik dengan analisa mendalam
  • Penjelasan diagnosis & penyebab dengan bahasa yang mudah dipahami
  • Mencari akar masalah penyebab nyeri tidak kunjung baik
  • Diskusi opsi terapi yang jujur dan rasional
  • Berpengalaman melakukan tindakan proloterapi sejak 2012

Konsultasi Nyeri Otot-Sendi, Saraf Terjepit & Cedera Olahraga dengan Dokter Aditya

dr. Aditya Wahyudi, Sp.KFR, FIPM(USG), AIFO-K
Klinik Utama Halmahera Medika - Bandung
Selasa & Kamis 15.00–18.00 | Sabtu 13.00–16.00
Buat Jadwal Konsultasi ----- WA 0817-6040-808 Klik Disini

Catatan Penting

  • Dokter Aditya tidak melayani konsultasi online atau hanya berdasarkan hasil MRI
  • Diagnosis akurat memerlukan konsultasi berkualitas & pemeriksaan fisik langsung
  • Hasil MRI saja tidak selalu menentukan diagnosa akurat. Berisiko overdiagnosis & overtreatment jika tanpa pemeriksaan fisik teliti

Apakah Nyeri Otot-Sendi, Saraf Terjepit & Cedera Olahraga Anda ada disini? Ingin Tahu Lebih Lanjut?