fhoto dr adit

Nyeri Sendi, Nyeri Punggung Bawah, Saraf Terjepit & Cedera Olahraga Berulang Tanpa Operasi

Proloterapi untuk Nyeri yang Tidak Kunjung Membaik

Bukan Sekadar Mengurangi Nyeri, tetapi Membantu Memperbaiki Jaringan dan Stabilitas Sendi

Apakah Keluhan Anda Termasuk di Bawah Ini?

  • Nyeri punggung bawah atau pinggang yang tidak kunjung membaik
  • Nyeri, baal, kesemutan akibat saraf terjepit dan HNP
  • Nyeri leher, pundak, atau bahu yang menetap
  • Nyeri lutut pada lansia (osteoartritis lutut), remaja dan dewasa muda
  • Lutut atau ankle terasa tidak stabil dan mudah cedera
  • Cedera olahraga yang terus berulang meskipun sudah terapi
  • Sudah fisioterapi tetapi belum perbaikan optimal
  • Disarankan operasi, tetapi ingin memahami kondisi secara objektif sebelum memutuskan

Mengapa Nyeri Otot-Sendi, Saraf Terjepit atau Cedera Olahraga Tidak Kunjung Membaik atau Sering Terjadi Berulang Kali?

Sebagian cedera atau nyeri pada otot, sendi dan saraf, akibat cedera olahraga, kegiatan sehari-hari atau penuaan, bisa membaik sendiri dengan istirahat, obat nyeri dan fisioterapi. Sebagian lagi tidak kunjung baik dan terjadi berulang kali, walau sudah istirahat, minum obat nyeri, fisioterapi berulang atau bahkan diinjeksi sendinya.

Hal ini dapat terjadi karena masalahnya bukan hanya otot yang lemah atau kaku, juga bukan karena ada radang sendi. Mungkin masih terdapat struktur sendi yang masih mengalami kerusakan, ada ketidakstabilan, atau ada pola kontraksi otot yang belum kembali normal.

Pada nyeri otot, sendi, saraf terjepit dan cedera olahraga yang tidak kunjung baik, masalah yang sering terjadi antara lain:
  • Kerusakan struktur sendi
  • Gangguan stabilitas sendi
  • Gangguan kontrol motorik
  • Gangguan fungsi gerak

Pada nyeri otot, sendi, saraf terjepit dan cedera olahraga yang tidak kunjung baik, masalah yang terjadi biasanya meliputi keempat hal tersebut sekaligus. Kecuali jika masalah hanya ringan, maka bisa membaik dengan istirahat, obat nyeri atau fisioterapi saja.

Penanganan medis dan latihan juga harus meliputi keempat hal tersebut. Urutannya juga harus diperhatikan. Misalnya, jika terjadi kerusakan struktur dan terjadi ketidakstabilan sendi,tetapi kita hanya memperbaiki kontrol motorik dan fungsi gerak saja, tanpa memperbaiki struktur dan stabilitas sendi, maka hasil optimal akan sulit dicapai dan cedera akan cenderung berulang.

bagan1

Kerusakan struktur sendi

Tendon, ligamen, kapsul dan bantalan sendi dapat mengalami robekan atau kerusakan, mulai dari ukuran mikro, robekan sedang hingga kerusakan berat atau robek putus total.

Kerusakan atau robekan sebagian besar dapat ditangani tanpa operasi dengan injeksi regeneratif dan proloterapi. Kerusakan berat atau robekan total mungkin membutuhkan operasi.

Gangguan stabilitas sendi

Stabilitas sendi ditopang oleh ligamen (urat putih sekitar sendi) dan otot di sekitar sendi. Apabila ligamen kendur setelah cedera yang tidak sembuh sempurna atau karena bawaan lahir, maka sendi menjadi tidak stabil. Ketidakstabilan sendi ini tidak langsung menyebabkan nyeri, tetapi dalam jangka panjang memicu kerusakan tendon, kerusakan bantalan dan tulang rawan sendi, radang sendi, bahkan memicu saraf terjepit, yang semuanya akhirnya menimbulkan nyeri.


Proloterapi dapat digunakan untuk memperbaiki kualitas ligamen sehingga sendi menjadi lebih stabil serta secara tidak langsung memperbaiki kerusakan sekunder akibat ketidakstabilan sendi seperti diceritakan di atas..

Gangguan Kontrol Motorik

Kontrol motorik adalah bagaimana otak mengatur otot untuk bekerja dengan kekuatan, urutan dan waktu yang tepat. Saat terjadi nyeri, kerusakan struktur sendi dan gangguan stabilitas sendi, sebagian otot dapat menjadi terlalu aktif (fasilitasi), sedangkan otot lainnya terlambat bekerja atau semakin lemah (inhibisi). Bahkan saat nyeri sudah berkurang dan struktur yang rusak sudah diperbaiki, otot yang terlalu fasilitasi dan inhibisi itu masih ada, berpotensi menyebabkan nyeri dan cedera/kerusakan berulang di kemudian hari.


Gangguan kontrol motorik tersebut harus ditemukan dengan pemeriksaan fisik yang teliti. Perbaikannya dengan latihan-latihan fisik dipandu fisioterapis atau pelatih fisik yang kompeten, berdasarkan hasil pemeriksaan fisik teliti sebelumnya.


Latihannya bukan sekedar meniru video Youtube yang belum tentu tepat untuk kondisi anda dan berpotensi membuat semakin cedera.

Gangguan Fungsi Gerak

Yang dimaksud fungsi gerak disini adalah kemampuan tubuh untuk kembali berjalan, bekerja, naik tangga, berlari, atau berolahraga dengan aman dan tanpa nyeri.


Latihan fungsional membantu tubuh kembali menghadapi kebutuhan aktivitas sehari-hari secara bertahap. Bahkan pada orang dengan kebutuhan fisik tinggi seperti atlet, latihan harus dilakukan hingga level gerakan saat bertanding di level tertinggi atlet tersebut.


Latihan fungsi gerak ini seharusnya hanya bisa dilakukan jika nyeri akibat kerusakan struktur sendi sudah diperbaiki, ketidakstabilan sendi juga sudah mulai diperbaiki, serta gangguan kontrol otot yang dipicu kerusakan struktur sudah mulai diperbaiki juga.


Sekali lagi, perbaikannya dengan latihan-latihan fisik dipandu fisioterapis atau pelatih fisik yang kompeten, bukan sekedar meniru video Youtube yang belum tentu tepat untuk kondisi anda dan berpotensi membuat semakin cedera.


Mengapa Latihan Saja Kadang Tidak Cukup?

Latihan fisik oleh dipandu oleh fisioterapis atau physical trainer yang kompeten berperan penting dalam memperbaiki kontrol motorik dan fungsi gerak.


Namun, latihan fisik saja akan sulit memberikan hasil optimal apabila pasien masih mengalami nyeri, terdapat tendon atau jaringan yang belum pulih, atau sendi masih tidak stabil akibat ligamen yang mengendur. Pasien bisa saja merasa lebih baik selama latihan fisik dilakukan secara rutin, tetapi keluhan kembali ketika aktivitas ditingkatkan.


Hal ini bukan berarti latihannya salah. Nyeri akibat kerusakan struktur akan membuat inhibisi (membuat berkurangnya) sinyal saraf ke otot. Instabilitas sendi yang belum ditangani juga membuat latihan stabilisasi otot sulit dilakukan.


Proloterapi dapat digunakan untuk membantu memperbaiki jaringan penopang dan stabilitas sendi, selain tentunya mengurangi nyeri. Apabila terdapat kerusakan struktur sendi, proloterapi dapat dilakukan bersama injeksi regeneratif lain sesuai kebutuhan pasien.


Mengapa Injeksi Saja Juga Tidak Cukup?

Hal sebaliknya juga berlaku. Injeksi saja tanpa memperbaiki kekuatan, kontrol otot, dan pola gerak sering kali tidak memberikan hasil yang optimal.


Setelah nyeri berkurang dan jaringan mulai membaik, tubuh tetap perlu dilatih agar dapat menggunakan bagian tersebut dengan benar.


Apabila kontrol motorik, cara berjalan, mengangkat beban, berlari, atau melakukan olahraga tidak diperbaiki, jaringan yang sama akan kembali menerima beban berlebihan. Akibatnya, nyeri atau cedera dapat berulang.


Karena itu, proloterapi dan latihan fisik memiliki fungsi yang berbeda tetapi saling melengkapi. Injeksi proloterapi membantu memperbaiki jaringan dan stabilitas sendi, sedangkan latihan membantu mengembalikan kontrol otot dan fungsi gerak.


Apa Itu Proloterapi?

Proloterapi adalah tindakan injeksi menggunakan dekstrosa (gula infus), yang diberikan pada ligamen, tendon, kapsul sendi, perlekatan otot pada sendi atau tulang belakang yang mengalami gangguan.


Proloterapi bukan hanya meredakan nyeri sementara. Karena sumber masalahnya diperbaiki (kerusakan dan instabilitas sendi), hasilnya diharapkan dapat bertahan lebih lama. Nyeri akan berkurang bertahap karena bagian sendi atau tulang, belakang yang rusak dan ketidakstabilan sendi di sana menjadi baik, bukan sekedar dihilangkan rasa nyerinya.


Proloterapi relatif aman apabila dilakukan oleh dokter ahli pada pasien yang tepat, menggunakan teknik yang benar, dan berdasarkan diagnosis yang jelas. Biayanya juga relatif lebih terjangkau dibandingkan tindakan medis yang lebih kompleks, apalagi dibandingkan operasi.


Namun, proloterapi bukan satu tindakan yang cocok untuk semua jenis nyeri. Pemeriksaan tetap diperlukan untuk memastikan apakah tindakan ini memang cocok dengan kondisi pasien.


Proloterapi Digunakan untuk Kondisi Apa Saja?

Proloterapi dapat dipertimbangkan pada berbagai kondisi, antara lain:

  • Nyeri punggung bawah, nyeri leher, dan nyeri sekitar tulang belakang lainnya;
  • Nyeri sendi (nyeri lutut, nyeri bahu, pinggul, dsb) haik karena penuaan atau kegiatan sehari-hari
  • Gangguan tendon dan ligamen
  • Pergelangan kaki yang mudah terkilir;
  • Sendi yang terasa kurang stabil;
  • Cedera olahraga berulang;
  • HNP dan saraf terjepit yang berkaitan dengan jaringan dan stabilitas di sekitarnya;
  • Keluhan yang sempat membaik dengan terapi, tetapi terus kembali saat aktivitas meningkat.

Tidak semua kondisi tersebut pasti membutuhkan injeksi proloterapi. Keputusan tindakan tetap bergantung pada hasil pemeriksaan dokter ahli yang dilakukan dengan teliti.

Bagaimana Proloterapi Dilakukan?

Proloterapi dilakukan dengan menyuntikkan larutan dekstrosa ke jaringan yang telah ditentukan berdasarkan pemeriksaan.


Konsentrasi larutan, jumlah titik injeksi, dan jumlah sesi disesuaikan dengan lokasi, jenis jaringan, tingkat gangguan, serta reaksi tubuh masing-masing pasien.


Setelah tindakan, area injeksi dapat terasa pegal, kaku, atau lebih sensitif untuk sementara. Pasien kemudian mendapat petunjuk mengenai aktivitas yang boleh dilakukan, aktivitas yang perlu dikurangi, serta waktu yang tepat untuk memulai atau melanjutkan latihan.


Sebagian pasien memerlukan lebih dari satu sesi injeksi proloterapi karena proses perbaikan jaringan berlangsung secara bertahap.


Tujuan Akhirnya Bukan Sekedar Hilang Nyeri

Penanganan yang baik bukan sekedar mengejar hilangnya rasa sakit semata, tetapi memperbaiki akar masalahnya mengapa keluhan terus kembali. Jaringan yang rusak perlu dibantu untuk pulih. Sendi perlu memiliki stabilitas yang baik. Otot perlu kembali bekerja dengan benar. Setelah itu, tubuh perlu dilatih agar mampu menghadapi aktivitas sehari-hari, pekerjaan, dan olahraga.


Proloterapi berperan terutama dalam membantu memperbaiki bagian sendi yang rusak dan memperbaiki stabilitas sendi. Proloterapi dilakukan sebelum perbaikan kontrol otot dan fungsi gerak oleh fisioterapis atau physical trainer yang kompeten.


Untuk Siapa Layanan dr. Aditya di Klinik Halmahera Medika Bandung?

Pemeriksaan dan proloterapi oleh dr. Aditya di Klinik Halmahera Medika Bandung dapat dipertimbangkan bagi Anda yang:


  • Mengalami nyeri otot, sendi dan tulang belakang serta saraf terjepit yang tidak kunjung membaik
  • Mengalami cedera olahraga berulang
  • Sudah menjalani pengobatan atau fisioterapi, tetapi keluhan terus kembali
  • Ingin mengurangi ketergantungan pada obat anti nyeri
  • Sebelumnya tidak pernah diberitahu penyakit & sumber masalahnya apa
  • Sedang mencari pilihan penanganan sebelum memutuskan operasi
  • Menginginkan hasil yang tidak hanya berfokus pada berkurangnya rasa sakit tetapi pada perbaikan bagian sendi yang rusak.

Siapa Dokter yang Menangani Anda?

dokter adit thum
dr. Aditya Wahyudi, Sp.KFR, FIPM(USG), AIFO-K

Dokter spesialis Kedokteran Fisik & Rehabilitasi, fellow intervensi nyeri dengan panduan USG

  • Konsultasi berkualitas & pemeriksaan fisik teliti
  • USG muskuloskeletal jika diperlukan
  • Diagnosis spesifik dengan analisa mendalam
  • Penjelasan diagnosis & penyebab dengan bahasa yang mudah dipahami
  • Mencari akar masalah penyebab nyeri tidak kunjung baik
  • Diskusi opsi terapi yang jujur dan rasional
  • Berpengalaman melakukan tindakan proloterapi sejak 2012

Konsultasi Nyeri Otot-Sendi, Saraf Terjepit & Cedera Olahraga dengan Dokter Aditya

dr. Aditya Wahyudi, Sp.KFR, FIPM(USG), AIFO-K

Klinik Utama Halmahera Medika - Bandung

Selasa & Kamis 15.00–18.00 | Sabtu 13.00–16.00

Buat Jadwal Konsultasi ----- WA 0817-6040-808 Klik Disini

Catatan Penting

  • Dokter Aditya tidak melayani konsultasi online atau hanya berdasarkan hasil MRI
  • Diagnosis akurat memerlukan konsultasi berkualitas & pemeriksaan fisik langsung
  • Hasil MRI saja tidak selalu menentukan diagnosa akurat. Berisiko overdiagnosis & overtreatment jika tanpa pemeriksaan fisik teliti

Apakah Nyeri Otot-Sendi, Saraf Terjepit & Cedera Olahraga Anda ada disini? Ingin Tahu Lebih Lanjut?