Petunjuk Untuk Pasien Sebelum dan Sesudah Proloterapi
Ditangani langsung oleh dr. Aditya Wahyudi, dokter ahli muskuloskeletal yang melakukan evaluasi USG muskuloskeletal dan tindakan proloterapi.
Penulis: dr. Aditya Wahyudi, Sp.KFR, FIPM(USG), AIFO-K
Persiapan Sebelum Proloterapi
Obat Apa yang Boleh dan Tidak Boleh Dikonsumsi.
Mulai 4–5 hari sebelum jadwal injeksi, hentikan konsumsi OBAT NYERI ANTI RADANG, seperti:
- Etoricoxib atau celecoxib
- Meloxicam
- Natrium diclofenac atau kalium diclofenac
Karena obat nyeri anti radang ini dapat menghambat kerja proloterapi.
Sebagai penggantinya, Anda boleh minum paracetamol 1000 mg, boleh 1 sampai 4 kali sehari jika nyeri (dosis sekali minum 2 tablet 500 mg = 1000 mg).
Obat lain yang boleh dilanjutkan
- Obat nyeri saraf (contoh: gabapentin, amitriptyline, pregabalin) dan opioid (contoh: tramadol).
- Obat rutin lain seperti obat hipertensi, diabetes, kolesterol, dan lain-lain yang rutin dikonsumsi harus tetap diminum.
Jika Mengkonsumsi Obat Pengencer Darah
- Beritahukan pada dokter Anda. Dokter akan menentukan apakah obat perlu dihentikan sementara atau tetap dilanjutkan.
- Lebih baik jika konsultasikan/ditanyakan kepada dokter yang memberi anda obat pengencer darah (spesialis jantung, spesialis saraf atau spesialis lain) apakah bisa dihentikan sementara jika akan dilakukan injeksi proloterapi.
Beritahukan Dokter Aditya Jika Anda
- Sedang sakit: tidak enak badan, demam dan atau batuk pilek.
- Minum obat anti radang steroid seperti metilprednisolon atau dexametason.
- Sering membeli obat nyeri sendi sendiri di apotek.
- Mengkonsumsi jamu atau herbal untuk nyeri sendi, rematik, atau asam urat.
Apa yang Dilakukan Pada Hari Injeksi Proloterapi
- Sebaiknya tidak datang sendirian, usahakan ditemani pendamping.
- Jangan mengemudikan sendiri kendaraan anda ke Klinik Halmahera Medika.
- Jika khawatir akan nyeri, Anda boleh minum paracetamol 500 mg sebanyak 2 tablet, 2–4 jam sebelum tindakan.
- Jangan mengoleskan krim atau salep di area yang akan disuntik.
Bagaimana Pelaksanaan Injeksi Proloterapi?
- Injeksi proloterapi dilakukan langsung Dokter Aditya yang ahli berpengalaman melakukan proloterapi belasan tahun (sejak 2012).
- Sebagian besar injeksi proloterapi dipandu visual USG (USG-guided) untuk menjamin akurasi.
- Panjang jarum injeksi yang digunakan disesuai kedalaman struktur target injeksi. Dengan diameter sekecil mungkin untuk meminimalisir nyeri.
- Injeksi dilakukan pada beberapa titik di bagian tubuh, bukan hanya satu titik injeksi. Mirip akupuntur, pada beberapa titik. Tetapi dilakukan secepat mungkin dengan teknik fanning untuk meminimalisir nyeri.
Apa yang Biasanya Terjadi Pasca Injeksi Proloterapi?
Apa yang Dirasakan Setelah Proloterapi :
Rasa pegal, kaku, atau nyeri ringan bisa muncul sebagai tanda normal bahwa proses perbaikan sedang berlangsung. Biasanya reaksi ini berlangsung 1–5 hari, kadang sampai 1 minggu, tergantung kondisi masing-masing orang.
Hal yang Boleh dan Tidak Boleh Dilakukan Pasca Injeksi
- Dapat beraktivitas seperti biasa (bekerja, mengurus rumah, dll), tetapi hindari aktivitas berat.
- Hindari olahraga yang banyak menggunakan sendi yang baru disuntik.
- Jangan kompres es atau mengoleskan salep/krim anti nyeri di area suntikan.
- Jika nyeri, boleh minum paracetamol 500 mg 2 tablet, 1–4 kali sehari sesuai kebutuhan (dosis sekali minum 1000 mg atau 2 tablet).
- Hindari obat nyeri anti radang (seperti dijelaskan di awal) karena dapat menghambat kerja proloterapi.
- Jika terjadi lebam atau memar, biarkan sembuh sendiri dalam beberapa hari. Jangan dikompres es atau diberi salep anti lebam.
Jika Timbul Nyeri Berlebihan atau Bengkak Setelah Injeksi:
Jika nyeri berlebihan atau bengkak sangat berat, segera kontrol ke dr. Aditya (sesuai jam praktek) atau hubungi nomor asisten dr. Aditya yang diberikan kepada anda.
Nutrisi & Suplemen yang Dianjurkan untuk Membantu Penyembuhan
- Makanan tinggi protein: daging, ayam, ikan, telur.
- Vitamin C 1000 mg per hari.
- Vitamin D 5000 IU per hari.
- Glutathione 500 mg per hari.
- Zinc picolinate 50 mg per hari.
- Magnesium citrate 200 mg per hari.
- Curcuma (temulawak).
Siapa Dokter yang Menangani Anda?
Dokter spesialis Kedokteran Fisik & Rehabilitasi, fellow intervensi nyeri dengan panduan USG
- Konsultasi berkualitas & pemeriksaan fisik teliti
- USG muskuloskeletal jika diperlukan
- Diagnosis spesifik dengan analisa mendalam
- Penjelasan diagnosis & penyebab dengan bahasa yang mudah dipahami
- Mencari akar masalah penyebab nyeri tidak kunjung baik
- Diskusi opsi terapi yang jujur dan rasional
- Berpengalaman melakukan tindakan proloterapi sejak 2012
Konsultasi Nyeri Otot-Sendi, Saraf Terjepit & Cedera Olahraga dengan Dokter Aditya
dr. Aditya Wahyudi, Sp.KFR, FIPM(USG), AIFO-K
Klinik Utama Halmahera Medika - Bandung
Selasa & Kamis 15.00–18.00 | Sabtu 13.00–16.00
Buat Jadwal Konsultasi ----- WA 0817-6040-808 Klik Disini
Catatan Penting
- Dokter Aditya tidak melayani konsultasi online atau hanya berdasarkan hasil MRI
- Diagnosis akurat memerlukan konsultasi berkualitas & pemeriksaan fisik langsung
- Hasil MRI saja tidak selalu menentukan diagnosa akurat. Berisiko overdiagnosis & overtreatment jika tanpa pemeriksaan fisik teliti