button pfps

Patellofemoral Pain Syndrome (PFPS)

Nyeri Lutut pada Wanita Usia 40-an yang Sering Disalahartikan

Ditangani langsung oleh dr. Aditya Wahyudi, dokter ahli muskuloskeletal yang melakukan evaluasi USG muskuloskeletal dan tindakan proloterapi. Bukan layanan fisioterapi

Penulis: dr. Aditya Wahyudi, Sp.KFR, FIPM(USG), AIFO-K

Nyeri lutut pada wanita usia 35–45 tahun tidak disebabkan oleh pengapuran sendi seperti pada usia tua. Banyak pasien merasa “belum tua”, tetapi sudah mengalami nyeri lutut saat naik tangga, bangun dari duduk, jongkok, atau berdiri lama.

Salah satu penyebab yang kerap luput dikenali adalah Patellofemoral Pain Syndrome (PFPS) — kondisi nyeri di sekitar tempurung lutut yang lebih berkaitan dengan stabilitas dan keseimbangan struktur, bukan semata-mata kerusakan tulang rawan.

Apa Itu PFPS?

PFPS adalah kondisi nyeri di sekitar atau di belakang tempurung lutut (patella) yang muncul akibat ketidakseimbangan gaya dan stabilitas pada sendi patellofemoral. Kondisi ini sering ditemukan pada:

  • Wanita usia belum tua
  • Individu aktif secara fungsional (pekerja aktif, ibu rumah tangga aktif)
  • Pelari atau olahraga rutin
  • Pasien dengan postur atau kontrol gerak tertentu

Berbeda dengan osteoarthritis, PFPS tidak selalu tampak jelas pada rontgen dan sering kali dianggap “nyeri biasa”.

PFPS dan Konsep Biotensegrity

Untuk memahami PFPS, penting melihat lutut bukan sebagai struktur tunggal, tetapi sebagai bagian dari sistem biotensegrity.

Dalam konsep biotensegrity:

  • Stabilitas sendi tidak hanya bergantung pada tulang
  • Tetapi pada keseimbangan tegangan jaringan lunak: otot, tendon, ligamen, fascia, dan kapsul sendi

Pada PFPS, gangguan kecil pada:

  • Jaringan penstabil patella
  • Jaringan lunak sekitar lutut
  • Atau hubungan lutut dengan panggul dan tungkai
dapat mengubah posisi dan distribusi gaya pada tempurung lutut, sehingga timbul nyeri meskipun struktur tulang masih relatif baik.

Inilah sebabnya PFPS sering:

  • Kambuh
  • Berpindah sisi
  • Membaik sementara lalu muncul kembali

Mengapa PFPS Sering Tidak Tertangani dengan Baik?

Pada banyak kasus, PFPS:
  • Disangka OA lutut (pengapuran lutut pada lansia)
  • Hanya diberi obat pereda nyeri atau injeksi saja
  • Dianggap sebagai overuse sendi saja tanpa melihat jaringan lunak dan masalah biotensegrity secara spesifik

Padahal, tanpa memahami masalah biotensegrity (struktur mana yang tidak stabil atau bekerja berlebihan) yang menjadi penyebabnya, kerusakan tulang rawan patella dan nyeri akan terus berulang, terutama pada wanita usia aktif yang tetap harus berfungsi sehari-hari.

Peran USG Muskuloskeletal dalam PFPS

USG muskuloskeletal memungkinkan dokter menilai:

    • ✔ Adanya cairan sendi berlebih dan radang di kapsul sendi sebagai respon tubuh terhadap kerusakan tulang rawan patella
    • ✔ Melihat jika terjadi kerusakan jaringan lunak penstabil patella
    • ✔ Meniscus, tendon dan ligamen sekitar lutut kemungkinan masih normal, tidak seperti OA lutut

Dengan metode ini, evaluasi PFPS menjadi lebih objektif, bukan sekadar berdasarkan lokasi nyeri yang dirasakan pasien.

Apakah PFPS Perlu Injeksi?

Pada beberapa kasus PFPS — terutama bila ditemukan instabilitas struktur jaringan lunak yang berperan dalam sistem biotensegrity lutut — tindakan proloterapi dapat dipertimbangkan secara selektif.

Dalam konteks PFPS, proloterapi bukan bertujuan:
  • Menghilangkan nyeri secara instan
    melainkan:
  • Membantu meningkatkan stabilitas struktur
  • Mendukung keseimbangan tegangan (biotensegrity) jaringan
  • Berefek jangka menengah–panjang

Keputusan ini selalu didasarkan pada:
  • Pemeriksaan fisik teliti
  • Temuan USG muskuloskeletal
  • Diskusi rasional dengan pasien

Layanan Dokter Aditya Cocok untuk PFPS Anda:

Layanan ini cocok untuk Anda bila:

  • ✔ Wanita usia ±35–45 tahun
  • ✔ Mengalami nyeri lutut berulang tanpa sebab jelas
  • ✔ Sudah mencoba fisioterapi tanpa hasil optimal
  • ✔ Ingin memahami kondisi secara obyektif dari pemeriksaan teliti dan analisis mendalam
  • ✔ Merasa “belum tua” tetapi fungsi lutut terganggu
  • ✔ Mencari biaya rasional (tidak terlalu murah tetapi tidak semahal layanan sejenis di tempat lain, tidak overpricing dan overtreatment)

Siapa Dokter yang Menangani Anda?

dokter adit thum
dr. Aditya Wahyudi, nSp.KFR, FIPM(USG), AIFO-K

Dokter spesialis Kedokteran Fisik & Rehabilitasi, fellow intervensi nyeri dengan panduan USG

  • Konsultasi berkualitas & pemeriksaan fisik teliti
  • USG muskuloskeletal jika diperlukan
  • Diagnosis spesifik dengan analisa mendalam
  • Penjelasan diagnosis & penyebab dengan bahasa yang mudah dipahami
  • Mencari akar masalah penyebab nyeri tidak kunjung baik
  • Diskusi opsi terapi yang jujur dan rasional
  • Berpengalaman melakukan tindakan proloterapi sejak 2012

Konsultasi Nyeri Otot-Sendi, Saraf Terjepit & Cedera Olahraga dengan Dokter Aditya

dr. Aditya Wahyudi, Sp.KFR, FIPM(USG), AIFO-K
Klinik Utama Halmahera Medika - Bandung
Selasa & Kamis 15.00–18.00 | Sabtu 13.00–16.00
Buat Jadwal Konsultasi ----- WA 0817-6040-808 Klik Disini

Catatan Penting

  • Dokter Aditya tidak melayani konsultasi online atau hanya berdasarkan hasil MRI
  • Diagnosis akurat memerlukan konsultasi berkualitas & pemeriksaan fisik langsung
  • Hasil MRI saja tidak selalu menentukan diagnosa akurat. Berisiko overdiagnosis & overtreatment jika tanpa pemeriksaan fisik teliti

Apakah Nyeri Otot-Sendi, Saraf Terjepit & Cedera Olahraga Anda ada disini? Ingin Tahu Lebih Lanjut?